Jumat, 11 Maret 2016

Jendela pada Microsoft Word 2010



1. Title Bar

            Title bar atau baris judul digunakan untuk menampilkan nama file yang aktif. Pada bagian pojok kanan atas terdapat ikon untuk minimize, maximize, restore, dan close.
  • ·         Minimize : Digunakan untuk menampilkan jendela MS Word ke ukuran minimal berbentuk ikon.
  • ·         Maximize : Digunakan untuk menampilkan jendela MS Word ke ukuran maksimal memenuhi layar.
  • ·         Restore : Digunakan untuk menampilkan ukuran jendela MS Word yang dapat diatur panjang dan lebarnya
  • ·         Close : Digunakan untuk menutup atau keluar dari MS Word


2. Menu Bar
            Menu bar adalah baris yang memuat sekumpulan menu berupa tulisan, yaitu File, Edit, View, Insert, Format, Tools, Table, Window, dan Help. Untuk memilih dan mejalankan menu bar, dapat dilakukan dengan cara mengklik menu yang dikehendaki dan kemudian akan menampilkan submenu yang berisi perintah.
  • ·         File : Menu file berisi perintah-perintah untuk pengerjaan yang berhubungan dengan dokument atau lembar kerja, seperti membuka file dokument, menutup, menyimpan mencetak, membuat dokumen baru, mengatur halaman pencetakan dan lain sebagainya.
  • ·         Edit : secara umum menu edit berisi perintah-perintah yang digunakan untuk menyalin/mengkopi, membatalkan perintah, mencari kata atau kalimat, mengganti kata atau kalimat secara otomatis, dan lain sebagainya.
  • ·         View : menu view berisi perintah-perintah untuk menampilkan dan mengelola berbagai tool bar dan tampilan lainnya dalam MS Word. Misalnya digunakan untuk menampilkan ruler, membesarkan dan mengecilkan tampilan lebar kerja, menampilkan Header dan Footer, menampilkan jendelan task pane, dan lain sebagainya.
  • ·         Insert : menu insert berisi perintah-perintah untuk berbagai proses penyisipan kedalam dokumen, seperti penyisipan nomor halaman, gambar, diagram, grafik, simbol, dan lain sebagainya.
  • ·         Format : menu format berisi perintah-perintah untuk berbagai proses pemformatan, seperti memberi garis bawah pada huruf, menebalkan huruf, mengatur ukuran huruf, memberi border atau bingkai, memberi warna, dan lain sebagainya.
  • ·         Tools : menu tools berfungsi menyediakan alat-alat bantu (Tools) untuk mengolah data MS Word lebih lanjut yang tidak dimasukan kedalam menu lain. Misalnya untuk mengecek ejaan, membuat mail merge, menghitung jumlah huruf dalam dokumen, danlain sebagainya.
  • ·         Table : menu table berfungsi menyediakan perintah-perintah dalam mengolah tabel, seperti pembuatan tabel, penyisipan tabel, menghapus tabel, menuliskan formula atau rumus, dan lain sebagainya.
  • ·         Windows : menu windows pada microsoft word berfungsi untuk mengatur tampilan berbagai dokumen yang sedang aktif, apakah akan ditampilkan secara bersamaan atau bergantian dalam sebuah layar monitor.
  • ·         Help : menu help disediakan sebagai alternatif lain bagi para pemakai yang inginmemperoleh bantuan secara singkat dan jelas tentang sesuatu hal yang kurang dimengerti pada saat menggunakan Microsoft word.


3. Toolbar

Toolbar adalah baris yang memuat sekumpulan ikon berisi perintah-perintah Microsoft Word, biasanya terletak dibawah menu bar. Masing-masing ikon menggambarkan perintah yang terkandung didalamnya. Jika pointer kita letakan pada salah satu ikon, maka akan ditampilkan kotak kecil yang berisi keterangan perintah atau nama ikon tersebut. Menjalankan perintah melalui ikon toolbar lebih cepat dari pada melalui menu bar.

4. Ruler / Mistar

Ruler atau mistar digunakan sebagai alat bantu dalam mengukur margin, tabulasi, dan paragraf. Satuan ukurannya dapat dipilih sesuai keinginan, seperti centimeter, inchi, milimeter, point, atau pica. Ruler terdiri dari dua macam, yaitu horizontal dan vertical.

5. Scroll Bar

Scroll bar digunakan untuk menggeser lembar kerja yang tidak tampak pada layar agar dapat ditampilkan. Jika kita ingin menggeser lembar kerja kekiri atu kekanan, maka kita dapat menggunakan horizontal scroll bar. Jika kita ingin menggeser lembar kerja ke atas atu kebawah, maka kita dapat menggunakan scroll bar vertical.

6. Status Bar

Status bar terletak pada bagian bawah layar MS Word. Status bar berisi informasi mengenai halaman yang sedang kita sunting, antara lain : nomor halaman, nomor seksi, baris, kolom, dan lain sebagainya.

7. Work Area atau Lembar Kerja

8. File

  • File adalah sub-sub perintah yang berkaitan dengan dokumenya, terdiri dari.
  • ·         Save : untuk menyimpan dokumen yang telah dibuat
  • ·         Save as : untuk menyimpan dokumen dengan nama yang bebeda <dengan catatan ada dokumen yangsudah pernah disimpan sebelumnya
  • ·         Open : untuk membuka dokumen yang pernah disimpan
  • ·         Close : untuk menutup lembar kerja ( bukan keluar dari lembar kerja atau menutup aplkasi)
  • ·         Info : untuk memberi tahu tentang informasi dokumen mulai dari jumlah dokumen, size dokumen, dansebagainya
  • ·         Recent : untuk menampilkan dokumen yang sebelumnya dibuka dalam waktu dekat


  • ·         New : untuk membuat dokumen baru. Di dalamnya terdapat dokumen template untuk membuat dokumen sesuai template yang disediakan



  • ·         Print : untuk mencetak dokumen menjadi HandOut


  • ·         Save & Send : untuk menyimpan dokumen dalam bentuk web atau mengirim dokumen secara langsungmelalui e-mail atau juga menyimpan dokumen dalam bentuk PDF/XPS



  • ·         Help : untuk memberi informasi tentang produk microsoft



  • ·         Option : untuk men-setting tampilan atau fitur pada ms. Word


9. Home
Home adalah sub-sub menu yang berhubungan dengan pengeditan

1.             Grup clipboard :
  • ·         Cut : untuk memindahkan suatu karakter ke posisi yang lain
  • ·         Copy : untuk menduplikat suatu karakter ke posisi yang lain
  • ·         Format painter : meng-copy format-an dalam suatu karakter ke dalamposisi yang lain
  • ·         Paste : manampilkan hasil dari cut dan copy


2.             Grup Font :
berhubungan dengan format text (dari kiri atas sampai kanan bawah)
  • ·         Font style : untuk menentukan jenis huruf
  • ·         Font size : untuk menentukan ukuran huruf.
  • ·         Grow Font : untuk membuat tulisan diperbesar
  • ·         Shrink font : untuk membuat tulisan diperkecil
  • ·         Change Case : untuk mengubah teks secara kapital atauhuruf kecil. 
  • ·         Clear Formating : untuk menghapus semua format pada sebuah tulisan.
  • ·         Bold : untuk mempertebal text
  • ·         Italic : untuk mempermiring tulisan
  • ·         Underline : untuk membuat text bergaris bawah
  • ·         Strikethrough : membuat tanda coret atau garis ditengah text 
  • ·         Subscript : untuk membuat karakter lebih kecil dan bertempat diatas seperti pemangkatan
  • ·         Superscript : untuk membuat karakter lebih kecil dan bertempat diatas seperti pemangkatan
  • ·         Text Effect : untuk memberi efek atristik pada teks yang dipilih
  • ·         Text Highlight Color : memberikan latar warna pada text yang dipilih seperti stabilo
  • ·         Font Color : mengubah warna dari text.


3.             Grup Paragraph :
  • ·         Bullets : memberi tanda bullet pada paragraf yang dipilih. 
  • ·         Numbering : memberi penomoran pada paragraf yang dipilih. 
  • ·         Multilevel list : membuat list tingkatan pada setiap number 
  • ·         Decrease indent (ctrl+shift+m) : mengurangi tata letak denganmenggeser text ke kiri 
  • ·         Increase indent (ctrl+m) : menambah tata letak degan menggeser text ke kanan. 
  • ·         Sort : untuk mengurutkan data. 
  • ·         Show paragraph marks (ctrl+*): untuk menampilkan atau menyembunyikan tanda paragraf. 
  • ·         Align text left (ctrl+L) : untuk membuat paragraf rata kiri 
  • ·         Align text centre (ctrl+e) : untuk membuat paragraf rata tengah 
  • ·         Align text right (ctrl+R) : untuk membuat paragraf rata kanan. 
  • ·         Justify (ctrl+J) : untuk membuat text rata kanan-kiri 
  • ·         Line and Paragraph spacing (space 1 :ctrl+1 ; space 1,5 : ctrl+5 ; space 2 : ctrl+2) : untukmengatur jarak dari antar baris text 
  • ·         Shading : mengatur warna background text yang terpilih 
  • ·         Border : untuk membuat garis tepi pada text yang dipilih


4.             Grup Styles (Ctrl+Shift+Alt+S) : 
  • ·         Heading styles (Heading1 : ctrl+alt+1 ; Heading2 : ctrl+alt+2 ; Heading3 : : ctrl+alt+3) :memberikan tipe-tipe text yang dapat dipilih. 
  • ·         Change styles : pengatur tema paragraf


5.             Grup Editing : 
  • ·         Find (ctrl+f) : untuk mencari text yang ingin dicari dalam dokumen sesuai inputyang dibuat. 
  • ·         Replace (ctrl+h) : untuk mencari dan mengganti text tertentu sesuai inputyang sudah dibuat 
  • ·         Select : untuk memilih objek atau text yang dipilih


10. Insert

1.        Grup Pages 
  • ·         Cover pages : untuk membuat jenis halaman sampul
  • ·         Blank page : membuat page kosong yang baru. 
  • ·         Page break : memisahkan suatu halaman file dokumen. 


2.             Grup Tables
  • ·         Insert table : untuk menyisipkan table. 
  • ·         Draw table : menyisipkan table dengan cara melukisnya di dokumen 
  • ·         Convert text to table : menjadikan text tertentu berada di alam table. 
  • ·         Excel spread sheet : menyisipkan table dalam bentuk lembar kerja excel
  • ·         Quick table : untuk menyisipkan table instan yang sudah disediakan oleh microsoft wordnya


3.                  Grup Illustration :
  • ·         Picture : menyisipkan gambar ke dokumen yang ada dikomputer. 
  • ·         Clip art : menyispikan gambar yang sudah disediakan olehprogram.
  • ·         Shapes : untuk menyispikan gambar dalam bentukbagunan (balok) 
  • ·         Smartart : menyisipkan gambar dalama bentuk organisasi 
  • ·         Chart : untuk menyisipkan diagram. 
  • ·         Screenshoot : untuk mengambil gambar dari layar.


4.             Grup Links : 
  • ·         Hyperlink : untuk meng-link-kan sebuah text ke tempat lain 
  • ·         Bookmark : untuk memberi tanda pada halaman. 
  • ·         Cross-reference : untuk membuat refrensi antar file


5.        Grup Header & Footer :
  • ·         Header : untuk mengatur bagian atas dalam dokumen.
  • ·         Footer : untuk mengatur bagian bawah dalam dokumen. 
  • ·         Page number : untuk mengatur halaman pada dokumen


6.             Grup Text : 
  • ·         Text box : untuk menyisipkan box dengan diisi text
  • ·         Quick parts : digunakan untuk mengatur text secaraotomatis. 
  • ·         Wordart : untuk menyisipkan text bergaya artistik. 
  • ·         Dropcap : untuk membuat huruf dari awalan paragraflebih besar. 
  • ·         Signature Line : untuk menyisipkan tanda tangan secaradigital. 
  • ·         Date & time : menyisipkan tangal dan waktu terkini. 
  • ·         Object : digunakan untuk menyisipkan objek dengan extensi Object Linking Embeded (*.OLE)


7.             Grup Symbols :
  • ·         Equation : untuk menyisipkan simbol-simbol dalam bidang matematika dansains. 
  • ·         Symbol : untuk menyisipkan karakter khusus


11. Page Layout
1.             Grup Themes : 
  • ·         Themes : untuk membuat tampilan tema pada Microsoft lebih menarik. 
  • ·         Colors : untuk membuat warna themes menjadi sesuai warna yang kia pilih. 
  • ·         Fonts : untuk memilih font yang kita inginkan dalam themes 
  • ·         Effects : untuk memberi efek pada gambar yang akan muncul di themes tersebut.


2.             Grup Page Setup : 
  • ·         Margins : untuk menentukan ukuran dari masing-masing margin (dari left, right, top, buttom) 
  • ·         Orientation : untuk mengubah orientasi lembar kerja. 
  • ·         Size: digunakan untuk mengatur ukuran dari kertas. 
  • ·         Colomns : untuk membuat page yang dipilih berkolom. 
  • ·         Breaks : untuk mengatur tampilan halaman pada dokumen. 
  • ·         Line numbers : untuk mengatur penomoran dalam dokumen (dalam artian kuantitasnya) 
  • ·    Hyphenation : untuk memisahkan suku kata dengan tanda hubung secara otomatis atau secara manual

3.             Page Background : 
  • ·         Watermark : menambah watermark ke latar belakang dokumen. 
  • ·         Page color : untuk mengubah warna latarbelakang dokumen. 
  • ·         Page borders : untuk menambah perbatasan pada dokumen


4.             Grup Paragraph : 
  • ·         Left : untuk menentukan batas indent kiri pada paragraf. 
  • ·         Right : untuk menentukan batas indent kanan padaparagraf.
  • ·         Before : untuk membuat jarak antar baris sebelum barisyang dipilih. 
  • ·         After : untuk membuat jarak antar baris sesudah barisyang dipilih


5.             Grup Arrange : 
  • ·         Position : untuk menentukan posisi gambar. 
  • ·         Wrap text : untuk memberi posisi gambar sesuaikeinginan kita. 
  • ·         Bring forward : membuat gambar ke depan. 
  • ·         Send backward : membuat gambar ke belakang. 
  • ·         Selection Pane : membuat seleksi pada gambar. 
  • ·         Align : membuat gambar rata kiri/kanan/tengah. 
  • ·         Group : untuk menyusun beberapa gambar menjadi sebuah grup gambar. 
  • ·         Rotate : untuk memutar gambar


12. References

1.             Grup Table Of Contents :
  • ·         Table of contents : digunakan untuk membuat daftar isi. 
  • ·         Add text : mengelolah paragraf yang digunakan untuk dapat dikaitkandengan daftar isi yang dibuat.
  • ·         Update table : untuk memperbarui daftar isi


2.             Grup Footnotesi.
  • ·         Insert footnote : untuk menyisipkan catatan kaki (rujukan) 
  • ·         Next footnote : untuk menuju ke footnote selanjutnya atau endnote. 
  • ·         Insert Endnote : untuk menyisipkan suatu informasi yang terdapat padadokumen. 
  • ·         Show notes : menampilkan lokasi catatan footnote ataupun endnote.


3.             Grup Citations & Bibliography :
  • ·         Insert citation : untuk menyisipkan kutipan langsung pada text. 
  • ·      Manage sources : untuk mengelolah segala sumber kutipan yang mungkindisisipkan pada semua lembar. 
  • ·         Sytle : untuk memilih bibliography yang diinginkan.
  • ·         Bibliography : untuk menyisipkan daftar pustaka ke dalam file dokumen


4.             Grup Captions
  • ·         Insert caption : untuk membuat keterangan pada gambar atau ilustrasiyang disisipkan. 
  • ·         Insert table of figures : daftar isi dari gambar yang disisipkan.
  • ·         Update table : untuk memperbarui daftar isi table gambar yang sudah ada.
  • ·         Cross-reference : menyisipkan refrensi dengan tanda silang


5.             Grup Index :
  • ·         Mark entry : menandai adanya masukan baru dalam dokumen. 
  • ·         Insert index : untuk menyisipkan data index dalam dokumen. 
  • ·         Update index : untuk memperbarui daftar index yang telah ada 


6.             Grup Table Of Authorities :
  • ·         Mark citation : untuk menandai kutipan pada text. 
  • ·         Insert table of Authorities : untuk membuat daftar dari nama-namapengarang 
  • ·         Update table : untuk memperbarui table of authorities

13. Mailings
1.             Grup Create :
  • ·         Envelopers : untuk membuat amplop. 
  • ·         Labels : untuk membuat alamat atau tulisan pada amplop tersebut. 


2.             Grup Start Mail Marge :
  1. ·         Start mail marge : Untuk membuat mail dengan lebih dari satu 
  2. ·         Select Recipents : untuk memilih peserta mail. 
  3. ·         Edit recepients list : mengedit daftar peserta mail


3.             Write & Insert Fields : 
  • ·         Highlight merge fields : untuk membuat efekstabilo pada text. 
  • ·         Addres block : untuk membuat balok padabagian alamat. 
  • ·         Greeting line : untuk menyisipkan kalimatpembuka dalam surat. 
  • ·         Insert merge field : untuk membuat tempat baru bagi bagian mail yang baru. 
  • ·         Rulers : penggaris untuk memberi tahukan jarak.
  • ·         Match fields : untuk menyamakan daftar dalam mail.
  • ·         Update labels : untuk membarui isi dari label


4.             Preview Result : 
  • ·         Preview Result : untuk melihat amplop sebelum dicetak. 
  • ·         Find recipient : mencari letak dari salah satu peserta. 
  • ·         Auto check for error : mencek setiap kalimat yang ada dengantata penulisan sebuah bahasa 


5.             Grup Finish :
  • ·         Finish & Marge : untuk mencetak atau mengirim semua mail


14. Review

1.             Grup Proofing : 
  • ·         Spelling & Grammar : mengecek segala penulisan tata bahasapada dokumen. 
  • ·         Research : mencari sebuah kalimat dalam sebuah buku.
  • ·         Thesaurus : untuk melihat rincian kata pada dokumen. 
  • ·         Word count : menghitung semua kata yang terdapat dalam dokumen


2.             Grup Language :
  • ·         Translate : untuk mengubah sebuah kata atau kalimat ke bahasa lain. 
  • ·         Language : mengatur dalam grammar dokumen


3.             Grup Comments :
  • ·         New Comment : membuat komentar baru pada sebuah kata.
  • ·         Delete : menghapus komentar yang terdapat pada sebuah kata.
  • ·         Previous : melihat komentar sebelumnya.
  • ·         Next : melihat komentar sesudahnya.


4.           Grup Tracking : 
  • ·         Track Changes : membuat kita dapat mengetahuidokumen yang pernah diubah (suting). 
  • ·         Show Markup : melihat secara keseluruhan padadokumen yang diedit. 
  • ·         Reviewing Pane : melihat semua perubahan yang pernah ada. 


5.             Grup Changes : 
  • ·         Accept : menerima perubahan yang pernah disuting olehorang lain. 
  • ·         Reject : menolak perubahan oleh orang lain. 


6.             Grup Compare 
  • ·         Compare : untuk membandingkan dua versi dokumen, sesudah di-suting maupun yang belum.


7.             Grup Protect :
  • ·         Block Authors : menghapus nama pengarang. 
  • ·         Restrict Editing : untuk membuat orang lain merasa terbatasmengedit dokumen. 


15. View

1.             Grup Document View :
  • ·         Print Layout : memberi tampilan dokumen yang akan dicetak. 
  • ·         Full Screen Reading : Membuat dokumen full layar dalammembaca. 
  • ·         Web Layout : memberi tampilan dokumen dengan bentukweb. 
  • ·         Outline : untuk memberi tampilan outline 
  • ·         Draft : untuk memberi tampilan seperti draft. 


2.             Grup Show : 
  • ·         Ruler : menampilkan atau menyembunyikan alatbantu penggaris. 
  • ·         Gridlines : untuk menampilkan atau menyembunyikanalat bantu berupa kotak-kotak. 
  • ·  Navigation Pane : untuk menampilkan ataumenyembunyikan alat bantu berupa arahan dalam mengerjakan dokumen


3.             Grup Zoom :
  • ·         Zoom : menampilkan dokumen sesuai ukuran yang dipilih. 
  • ·         One page : menampilkan dokumen satu-persatu.
  • ·         Tow pages : manampilkan dokumen dengan dua-dua. 
  • ·         Page width : menampilkan lebar dari dokumen yang kita buat. 


4.             Grup Window : 
  • ·         New Window : menambah tampilanwindow baru.
  • ·         Arrange All : menyusun beberapawindows yang ada menjadi teratur.
  • ·         Split : memisahkan windows yang ada. 
  • ·         View side by side : menampilkan windows secara bersebelahan. 
  • ·         Synchronous Scrolling : mempermudah dalam meng-switch windows. 
  • ·         Reset window positions : mengatur ulang ukuran atau letak dari window. 
  • ·         Switch windows : mengganti tampilan pada window 
  • ·         Macros : menambah sebuah fitur yang berskala besar





Minggu, 06 Maret 2016

Kepribadian Bangsa Timur

Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah s.w.t karena berkat dan rahmat-Nya saya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Kepribadian Bangsa Timur” Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk mengembangkan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.


Depok, 06 Maret 2016
Penyusun,


Ega Prasetianti





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan

BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Kebudayaan
2.1.1 Kebudayaan Bangsa Timur 
2.1.2 Kebudayaan Bangsa Barat

BAB III PEMBAHASAN
3.1 Perbedaan Karakter Bangsa Timur dan Barat 
3.2 Ciri Khas Bangsa Timur
3.3 Contoh Kasus

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Diera globalisasi yang sedang terjadi seperti sekarang ini, cenderung melebur semua identitas menjadi satu, yaitu tatanan dunia baru. Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, manusia mulai bersikap untuk hidup serba praktis, cepat dan efisien. Dengan gaya hidup seperti ini, kebiasaan terdahulu yang telah ada perlahan mulai ditinggalkan. Terutama cara hidup yang berhubungan dengan adat dan budaya. Dalam beberapa konteks, pengaruh budaya Barat yang berada didalam kebudayaan bangsa Timur dapat memiliki efek yang baik, namun jika seluruh budaya Barat diserap mentah-mentah tanpa ada proses penyaringan, maka dampaknya akan sangat berbahaya. Karena pada dasarnya, pribadi masyarakat Timur dan masyarakat Barat memiliki perbedaan, baik konteks sosial, agama, ekonomi, budaya dan cara hidup sekalipun.
Negara Indonesia mempunyai norma-norma yang harus dipatuhi oleh masyarakatnya, meliputi norma agama,, hukum, sosial dan kesopanan. Pada umumnya, masyarakat Indonesia sekaran seakan tidak menghiraukan norma-norma yang ditetapkan. Terbuktinya dengan adanya perilaku yang menyimpang yang sudah tidak sesuai dengan norma yang berlaku di Indonesia.

1.2  Rumusan Masalah
Adapun perumusan masalah dari makalah ini adalah, sebagai berikut.
1.      Apa yang membedakan antara bangsa Timur dan Barat?
2.      Apa saja perbedaan karakter antara bangsa Timur dan Barat?
3.      Contoh kasus seperti apa yang terjadi di Indonesia akibat masuknya budaya Barat ke Indonesia?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang dapat di peroleh dari makalah ini, sebagai berikut.
1. Mengetahui perbedaan karakter bangsa Timur dan Barat
2. Mengetahui pengertian kebudayaan bangsa Timur dan bangsa Barat



BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif.

2.1.1 Kebudayaan Barat
Kebudayaan Barat yang ditulis sebagai western culture adalah himpunan sastra, sains, politik, serta prinsip-prinsip artistic dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Istilah ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australia, dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Ada 3 ciri dominan kebudayan Barat , yaitu.
1.             Penghargaan terhadapmartabat manusia. Hal ini bisa dilihat pada nilai-nilai seperti demokrasi,institusisosial, dan kesejahteraan ekonomi.
2.             Adanya kebebasan. Di Barat anak-anak berbicara terbuka didepan orang dewasa, orang-orang berpakaian menurut selera masing-masing, mengemukakan pendapat secara bebas, dan tidak membedakan status sosial dan sebagainya.
3.             Penciptaan dan pemanfaatan teknologi seperti pesawat jet, satelit, televisi, telepon, listrik, komputer dan sebagainya. Orang Barat menekankan logika dan ilmu serta cenderung aktif dan analitis. Pikiran masyarakat Barat cenderung menekankan dunia objektif dari padarasa, sehingga hasil pola pikirnya membuahkan sains dan teknologi.
Menurut Marx (dalam Soelaeman, 1987) menjelaskan bahwa Barat menganggap manusia adalah ukuran bagi segalanya. Artinya, manusia memiliki kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya dengan syarat bertitik tolak dari rasio, intelek,dan pengalaman

2.1.2 Kebudayaan Timur                
Kebudayaan Timur mempunyai manner yang khas yang membedakannya dengan bangsa lain. Bangsa Timur sangat terkenal dengan hospitality atau keramahtamahannya terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Hal yang paling dominan dari kebudayaan Timur adalah adat istiadat yang masih dipegang teguh. Soelaeman (1987: 53-54) menjelaskan bahwa nilai budaya Timur banyak bersumber pada agama agama yang lahir di dunia Timur.
Kebudayaan Timur lebih menekankan disiplin mengendalikan diri, sederhana, tidak mementingkan dunia, bahkan menjauhkan diri dari dunia. Kebudayaan Timur tidak hanya bersumber pada ajaran agama tetapi ideabstrak atau pun simbolik pun dapat terwujud kongkret dalam praktekkehidupannya. Hal ini terlihat pada saat orang Timur menegakkan norma yang ada pencarian ilmu tidak hanya untuk menambah pengetahuan kognitif saja tetapimencari kebijaksanaan. Menurut Soelaeman (1987: 54-55) adalah bahwa Timur menginginkan kekayaan hidup, bukan kekayaan benda tetapi tenang tenteram, menyatu diri, fatalisme, pasivitas, dan menarik diri.



BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Perbedaan Karakter Bangsa Timur dan Barat
Berikut ini beberapa perbedaan yang karakter yang menjadi pengaruh jalannya persaingan antara bangsa Timur dan Barat, yaitu.
1.             Timur penggila hasil dan Barat pecinta proses
Orang Timur melegalkan budaya atau mengeluarkan teori ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Orang Timur mengetahui adanya proses panjang dan melelahkan yang harus di tempuh untuk mendapatkan atau menciptakan sesuatu hal. Bagi orang Timur, segala sesuatu dinilai dari hasil akhir yang diperoleh sehingga tidak jarang muncul kekecewaan yang berakibat fatal, saat hasil yang mereka idam-idamkan gagal diperoleh.
Sedangkan, orang Timur sangat mencintai dan menikmati proses. Ada kesabaran yang selalu ditanamnkan dalam proses pembelajaran. Hal itu yang membuat mereka adalah penghasil kesempurnaan disetiap karya.

2.             Sopan santun orang Timur dan keakraban si Barat
Anak-anak Barat bisa bebas mengkritik dan bahkan melawan pendapat orang tuanya, bahkan dapat hanya memanggil nama pada orang tuanya sebagai sapaan. Hal itu berbeda dengan bangsa Timur yang menjunjung tata krama pada orang yang lebih tua. Tata cara berbicara, menatap mata, melintas saat berjalan, hingga mengajukan saran pada orang yang lebih tua sangat syarat dengan norma kesopanan.

3.             Individualistis dan kekeluargaan
Tumbuh ditengah lingkungan yang bertata krama, saling menghormati membuat orang Timur mampu menjalani hubungan kekeluargaan dengan baik. Tingkat kepedulian juga tumbuh subur antara satu dengan yang lainnya.
Berbeda dengan bangsa Barat, kemandirian yang sudah ditanamkan dari kecil membuat masing-masing sangat menikmati kesendirian, membentengi privasi dari akses lain.

3.2 Ciri Khas Budaya Bangsa Timur
Berikut ini adalah beberapa penentu kepribadian seseorang, salah satunya adalah kepribadian bangsa Timur, yaitu.
1.             Ramah Tamah
Salah satu ciri khas dari bangsa Timur adalah sikap ramah tamah. Orang Timur sudah menanmkan sikap ramah tamah kepada semua orang. Tidak dipungkiri, sikap ramah tamah menjadi daya tarik bangsa Timur dimata bangsa Barat. Tidak sedikit orang-orang Barat yang memuji keramahtamahan bangsa Timur.

2.             Cara berpakaian
Ciri kepribadian bangsa Timur terlihat jelas dari cara berpakaian. Bangsa Timur identik dengan pakaian yang sopan dan menutup aurat. Seperti yang diketahui, bangsa Timur mayoritas penduduknya beragama muslim. Jadi, dalam berpakaian haruslah sopan dan menutup aurat.

3.        Sikap tolong menolong
Sikap tolong menolong adalah hal yang sederhana. Orang-orang Timur yang menanamkan sikap saling tolong menolong, walaupun dalam hal sepele.

3.2 Contoh Kasus
            Perkembangan teknologi saat ini turut ditandai dengan perkembangan budaya yang ada di Indonesia saat ini. Saat ini internet sudah menjadi peran penting dan bukan merupakan sarana yang langka, dapat digunakan dimanapun dan kapanpun. Masyarakat dapat dengan bebas mengakses apapun yang berada diinternet. Permasalahan yang sering terjadi yaitu pemasaran film pornografi dalam bentuk dvd atau di internet sekalipun. Gaya hidup sex bebas dikalangan remaja menjadi sesuatu yang sudah tidak lazim lagi. Jika masyarakat Indonesia atau bangsa Timur menyaksikan film-film luar yang menganut gaya hidup yang bebas, makan dikhawatirkan akan diterapkan dan melanggar norma-norma yang berlaku. Globalisasi atau masuknya budaya-budaya luar juga menyebabkan hilangnya budaya asli lokal karena tidak ada generasi penerus yang melestarikan budaya lokal. Kurangnya rasa kepedulian terhadap orang lain sedangkan indonesia juga terkenal dengan gotong-royongnya.



BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
         Dengan adanya berbagai macam kepribadian bangsa, seperti bangsa Barat dan bangsa Timur. Masyarakat dapat memperluas pengetahuan tentang apa yang berkembang diberbeda negara tersebut. Bangsa Timur yang cenderung ramah tamah, cara berpakaian yang sopan atau menutup aurat, kekeluargaan dan tolong menolong masih mempunyai kelemahan yaitu masyarakat yang cenderung lebih menilai hasil akhir atas apa yang dicapai. Sedangkan, bangsa Barat lebih mencintai dan menikmati proses yang dilalui hingga dapat memperoleh hasilnya serta sudah menanamkan sikap mandiri sejak kecil sehingga tidak bergantung terhadap orang lain. Dengan adanya perbedaan tersebut, dari setiap bangsa dapat mengambil hal positif dan tidak mengambil hal-hal negatif dari segi manapun. 



DAFTAR PUSTAKA

Frasetia, Delfi Yudha. 2015. 6 Perbedaan Karakter Antara Bangsa Barat dan Timur.[online]. Tersedia : http://www.katabangdel.com/2015/10/5-perbedaan-karakter-antara-bangsa.html  [5 Maret 2016]
Bimbinga  Belajar Tuk Pembelajaran. 3 Sikap yang menjadi Ciri Khas dari Kepribadian Bangsa Timur.[online]. Tersedia : http://www.bimbie.com/kepribadian-bangsa-Timur.htm [5 Maret 2016]
Dunia Baca. Definisi Budaya.[online]. Tersedia : http://duniabaca.com/definisi-budaya-pengertian-kebudayaan.html  [5 Maret 2016]
Aini, Amrisa Nurul. 2011. Nilai-nilai Sosial Budaya Sebagai Faktor Pembentuk Kepribadian Bangsa Indonesia.[online]. Tersedia: https://www.scribd.com/doc/49302687/nilai-sosial-budaya-sebagai-faktor-pembentuk-kepribadian-bangsa   [5 Maret 2016]
Soelaeman, M. 1987. Ilmu Budaya Dasar Suatu Pengantar. Bandung: PT. RefikaAditama.

Kamis, 17 Desember 2015

#ISD Kemajemukan di Indonesia dari Segi Pendekatan Konsensus - Konflik Ambon

Kerusuhan yang terjadi di Kota Ambon dan sekitarnya, telah menelan ratusan atau ribuan korban jiwa manusia, ribuan rumah penduduk, puluhan tempat ibadah, serta ratusan sarana perekonomian. Kerusuhan dimaksud ternyata telah membawa dampak negatif, sehingga sangat mempengaruhi terganggunya sistem pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat, hubungan sosial, dan kekerabatan.  Jika dibandingkan dengan kerusuhan di tempat-tempat lain, Kerusuhan di Ambon dan sekitarnya merupakan yang terlama dengan kerugian yang terbesar. Ini disebabkan, pola kerusuhan Ambon sama sekali berbeda dengan yang terjadi pada tempat-tempat lainnya di Indonesia, dan faktor pemicunya juga sangat mendasar.

Kerusuhan di Ambon yang mulai terjadi sejak tanggal 19 Januari 1999, diawali dengan terjadinya pertikaian pribadi antara seorang pendatang beragama Islam dengan seorang Anak Negeri Kristen, yang kemudian melibatkan dua kelompok masyarakat berlabel agama, yaitu Kelompok Islam dan Kelompok Kristen. Awal kerusuhan terjadi di Tempat Pemberhentian Mobil Angkutan di Batu Merah, dimana seorang pendatang beragama Islam dan seorang Anak Negeri Kristen, sopir mobil angkutan kota Jurusan Batu Merah, terlibat pertikaian, kemudian si Anak Negeri Kristen meninggalkan lokasi kejadian dan kembali dengan beberapa temannya yang sekampung dan mengejar si pendatang beragama Islam.Pendatang beragama Islam ini selanjutnya melarikan diri memasuki Desa Batu Merah dan kembali dengan massa Islam yang membawa berbagai senjata tajam, kemudian mengejar si Anak Negeri Kristen dan teman-temannya, sehingga mereka lari memasuki Kampung Mardika, yang berbatasan dengan Desa Batu Merah. Masyarakat Mardika yang melihat massa Batu Merah mengejar massa yang masuk ke dalam kampungnya sebagai tindakan penghadangan, sehingga terjadilah saling melempar batu antar kedua kelompok massa, yang berakhir dengan dibakarnya 4 (empat) buah rumah penduduk warga Mardika. Saat itu, masyarakat pada lokasi-lokasi pemukiman Kristen mulai mengetahui adanya pertikaian antara Mardika dan Batu Merah, dan tampaknya solidaritas kelompok yang telah mengental dan lemahnya budaya lokal sebagaimana dikonstatasi sebelumnya, mendorong keterlibatan kelompok Pemuda Kristen dari belakang Soya, lokasi terdekat dengan Mardika, secara berkelompok untuk menuju Mardika guna memberi membantu. Kerusuhan masih berlanjut secara massal sampai tanggal 5 Maret 1999. Ini diduga kuat sebagai akibat munculnya semangat ber-jihad yang dibakar oleh gerakan Islam secara nasional tersebut. Pada tanggal tersebut massa yang semula berkumpul di Mesjid Al Fatah menyerang wilayah di sekitar Gereja Silo, diikuti oleh pembakaran gedung sekolah SD Latihan yang sementara ditempati para pengungsi beragama Kristen dari Silale. Muncullah reaksi balik dari massa yang beragama Kristen, sehingga menyulut kerusuhan di beberapa tempat sekitarnya. Kerusuhan ini menelan cukup banyak korban manusia baik yang luka berat dan ringan maupun yang meninggal.

Titik terang untuk menyelesaikan konflik di Ambon mulai terlihat ketika kesediaan dua pihak-yang terlibat dalam konflik-hadir mengikuti pertemuan pendahuluan di Makassar. Rencananya, hasil pertemuan akan diteruskan dalam perundingan di Malino, Kabupaten Gowa, yang dijadwalkan berlangsung 5-7 Februari 2002. Pertemuan tertutup dengan 15 orang perwakilan kelompok Nasrani dilakukan di Tanaberu Room, Hotel Losari Beach, Jalan Penghibur, dari pukul 16.20 sampai pukul 19.00. Sementara, pertemuan dengan kelompok Muslim dilakukan di Hotel Kenari mulai pukul 19.30. Hadir sebagai fasilitator pertemuan tersebut Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HM Jusuf Kalla, Gubernur Maluku Saleh Latuconsina, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HZB Palaguna, dan Kepala Badan Intelijen Polri Inspektur Jenderal W Simatupang.

Untuk mengakhiri konflik di Maluku sebenarnya bisa dilakukan dengan benar-benar menjalankan isi kesepakatan damai Malino II untuk Maluku. Adanya suara-suara untuk mementahkan isi kesepakatan dengan rencana menggelar ulang perundingan damai adalah tidak perlu. Perundingan boleh saja dilakukan tetapi melanjutkan perundingan Malino II, agendanya untuk menyempurnakan kesepakatan damai yang telah dicapai.

Tanggungjawab penyelesaian konflik adalah tetap pada pemerintah pusat. Meskipun di era otonomi daerah, aparat daerah memiliki kebebasan untuk mengatur rumah tangga sendiri, namun dalam UU No. 22 Tahun 1999 yang merupakan otonomi daerah menyebutkan bahwa kewenangan daerah mencakup kewenangan dalam seluruh bidang pemerintahan, kecuali, diantaranya, pertahanan keamanan. Oleh karena itu, penciptaan keamanan di daerah tetap merupakan tugas dan tanggung jawab Pusat.

Upaya pusat yang telah menggelar perundingan Malino II sehingga membuahkan kesepakatan damai adalah cukup terpuji. Hal tersebut merupakan bukti tanggung jawab pusat dalam upaya pemeliharaan keamanan. Dalam tahap implementasi di lapangan, pelaksanaan kesepakatan damai Malino II merupakan tugas dari PDSD, Pangdam/Pangkoopslihkam, dan segenap jajarannya. Keberhasilan tugas ini sangat ditentukan oleh kesatuan langkah dan kekompakan setiap aparat pemerintah dan keamanan.

Pelaksanaan Poin 2,3, dan 5 dari kesepakatan Damai Malino II sangat menentukan keberhasilan penguasa dalam mengakhiri konflik Maluku. Poin dua yang berbunyi :menegakkan supremasi hukum secara adil dan tidak memihak. Karena itu, aparat harus bertindak profesional dalam menjalankan tugasnya". Poin ini penting karena pemerintah harus bertindak adil. Selama pemerintah bersikap berat sebelah, akan timbul ketidakpuasan salah satu pihak. Akibatnya pihak yang merasa dirugikan tersebut akan terus mengobarkan permusuhan. Tindakan pemerintah untuk menagkap para pemimpin pihak-pihak yang bertikai seperti Panglima Laskar Jihad, Pemimpin FKM/RMS, dan Laskar Kristus/Gang Coker adalah tepat. Yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengadili mereka seadil-adilnya.

Poin tiga berbunyi "Menolak segala bentuk gerakan separatis termasuk Republik Maluku Selatan". Poin ini penting untuk menjaga tetap terpeliharanya integrasi bangsa. Gerakan separatis, seperti RMS, apapun alasannya adalah organisasi yang makar terhadap negara, oleh karena itu wajib diberantas. Negara bisa melakukan tindakan kekerasan terhadap separatis. Aparat tidak perlu takut dengan ancaman melanggar HAM, karena pada dasarnya keutuhan negara lebih penting. Negara memiliki legalitas untuk menumpas gerakan separatis. Poin lima berbunyi"Segala bentuk organisasi, satuan kelompok atau laskar bersenjata tanpa izin di Maluku dilarang dan harus menyerahkan senjata atau dilucuti dan diambil tindakan sesuai hukum yang berlaku. Bagi pihak-pihak luar yang mengacaukan Maluku, wajib meninggalkan Maluku".Poin ini penting demi membersihkan Maluku dari pihak-pihak yang memperkeruh keadaan. Berbagai laskar dan LSM luar Maluku, semuanyawajib meninggalkan Maluku, agas suasana damai masyakarat di daerah konflik berdarah itu cepat terwujud. Untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut, diperlukan sikap tegas dan adil dari PDSD Maluku. Siapapun yang "bermain" dan memperkeruh suasana di Maluku harus ditindak tegas, tanpa pandang bulu.



Daftar Pustaka:
Sugiarto, Toto.2002.Penyelesaian Konflik Maluku.[online].Tersedia:  http://www.oocities.org/unpatti67/suarakarya090702.htm
Kompas.2002.Penyelesaian Konflik Ambon Peroleh Titik Temu.[onine]. Tersedia:   http://www.oocities.org/waai67/kompas310102.htm
Ajawaila, DR. J. W, dkk.1999.Proposal Pemecahan Masalah Kerusuhan di Ambon.[online]. Tersedia: http://www.fica.org/hr/ambon/idRusuh1.html
Siwalimanews.com.2012.Perjanjian Malino Beri Kontribusi Selesaikan Konflik Maluku.[online]. Tersedia: http://www.siwalimanews.com/post/perjanjian_malino_beri_kontribusi_selesaikan_konflik_maluku

Rabu, 02 Desember 2015

#ISD Kemajemukan di Indonesia dari Segi Pendekatan Konflik - Konflik Sambas

Kalimantan Barat adalah salah satu daerah yang kerap mengalami konflik antar etnis. Konflik-konflik ini telah terjadi sejak puluhan tahun lalu. catatan dari Prof Dr Syarif Ibrahim Alqadrie, Guru Besar Sosiologi Universitas Tanjungpura (Untan), konflik etnis di Kalbar sudah terjadi 12 kali. 

Salah satu Konflik yang terjadi di Kalimantan Barat adalah konflik antara Melayu sambas dan Madura pada tahun 1999. Kita sering mendengar konflik ini disebut dengan Konflik sambas. Terdapat banyak versi mengenai awal mula konflik berkepanjangan ini. Salah satunya yaitu versi yang mengatakan bahwa awal peristiwa dilatar belakangi kasus pencurian ayam oleh seorang warga suku Madura yang ditangkap dan dianiaya oleh warga masyarakat suku melayu yang kemudian dengan adanya serangan suku Madura terhadap suku melayu yang lagi melaksanakan sholat idul fitri yang menyebabkan 3 orang tewas

   Setelah itu, menyusul pertikaian antara Melayu dan Dayak dengan Madura di Kabupaten Sambas pada tahun 1999. Konflik yang ini menjadi lebih parah, sebab ribuan masyarakat Madura di Sambas harus diungsikan ke berbagai lokasi di Kodya Pontianak dan Singkawang. Dan hingga kini,pengungsi tetap dibiarkan bertahan dalam kamp pengungsian dan rumah keluarga sekaligus bergulat dengan 1.001 penderitaan. 

Menelusuri Akar terjadinya Konflik  pada sambas ini, banyak aspek yang memicu konflik antar kelompok masyarakat di Sambas ini terjadi. Kemarahan dan percampuran dendam sebagai akibat dari kecemburuan sosial, sikap kaum Madura, serta perasaan kaum Melayu yang merasa merasa tidak ditempatkan sebagai masyarakat yang memiliki hak sepenuhnya atas tanah dan lingkungan dimana mereka hidup membuat konflik semakin memanas. Perbedaan budaya, dimana masing–masing kelompok berusaha mempertahankan apa yang menjadi budaya dan identitas kelompoknya menjadi konflik tersendiri dalam pertarungan antara Melayu dengan Madura. Suku bangsa Melayu yang cenderung lebih suka mengalah dan lemah lembut tapi lama kelamaan juga panas juga karena sikap dan budaya suku Madura yang cenderung keras dan menggunakan kekerasan sebagai sarana pemecahan masalah. Ketidakmampuan suku bangsa Madura untuk beradaptasi dengan lingkungannya menyebabkan mereka semakin eksklusif dan rela melakukan segala hal jika sesuatu yang buruk terjadi dengan kelompoknya. Berbeda dengan suku Melayu yang cenderung berusaha menghindari konflik, suku Madura melanggengkan adat “carok”nya jika terjadi permasalahan. Bahkan dendam semakin memuncak tatkala Madura menyebut suku Melayu dengan sebutan “Melayu Kerupuk” atas rasa takutnya jika menghadapi masalah

Harus diakui, semakin beruntunnya konflik etnis di Kalimantan Barat, khususnya selama tahun-tahun terakhir, telah melahirkan bibit permusuhan antarkelompok masyarakat begitu subur berkembang. Benih kecurigaan telah bertebaran di mana-mana. Masyarakat sendiri semakin sulit membedakan persoalan pribadi maupun kelompok. Suasana hidup diKalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, Pontianak dan Kota Pontianak pun menyerupai api dalam sekam. 

Sebenarnya masyarakat Madura dan Kalimantan Barat memiliki hubungan sejarah. Pada awal abad ke-18 saat perang melawan Kerajaan Riau, sejumlah sukarelawan asal Madura yang tergabung dalam pasukan Kerajaan Mataram secara khusus ditugaskan ke Kalbar untuk membantu Kerajaan Sambas. Setelah pertempuran berakhir, sejumlah sukarelawan Madura tidak bersedia kembali ke tanah asalnya. Mereka memilih bertahan di Sambas, lalu menikah dengan gadis Melayu setempat. 

Kedatangan berikutnya pada awal abad ke-20, sekitar tahun 1902. Setelah itu, eksodus masyarakat Madura secara swakarsa tersebut makin marak hingga saat ini. Di Kalbar, mereka umumnya bekerja sebagai petani, buruh kasar, peternak dan pedagang. Pilihan pekerjaan ini disebabkan tingkat pendidikan mereka rata-rata tidak tamat Sekolah Dasar (SD). Di mata penduduk asli Kalbar, masyarakat Madura dinilai rajin, ulet dan terampil dalam memelihara tanaman serta hewan. Seekor sapi yang sebelumnya sangat kurus, setelah dipelihara serta dirawat orang Madura selama beberapa pekan, langsung gemuk. Maka tak heran, kalau kebutuhan daging sapi di Kalbar sebagian besar dipasok masyarakat Madura setempat. 

Akar persoalan selanjutnya, kata mereka, terletak pada tak adanya kepastian hukum. Kalau terjadi kecelakaan, pencurian atau perkelahian, aparat penegak hukum tidak serius menindaknya. Bahkan, memberi peluang bagi pelaku terbebas dari segala tuntutan hukum. Sebagai kompensasi, mereka diberikan sejumlah uang. 

Salah satu bukti kasus Pontianak 25-27 Oktober 2000 lalu. Kasus itu hingga kini sepertinya hendak didiamkan, sebab belum satu pelaku utama atau provokator yang ditangkap atau diseret ke pengadilan. Sebanyak 13 berkas perkara yang dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Pontianak pertengahan November 2000 silam, dengan pelakunya adalah mereka yang kedapatan membawa senjata tajam saat sweeping aparat TNI/Polri.

Terdapat tiga langkah yang harus dilakukan untuk penyelesaian kasus sambas menurut Komnas HAM, seperti penyelesaian jangka pendek, menengah dan panjang.

Program jangka pendek yaitu menciptakan ketenangan dan suasana sejuk. Karena menurut Bambang segala sesuatu jika ingin diusut dalam suasana kacau balau tentu tidak akan bisa.

Progam jangka menengah adalah menyangkut pengungsi. Karena perlu diperhatikan apakah hidup pengungsi sudah cukup layak, dari fisik maupun mentalnya. Perlu dipikirkan juga dikemanakankah para pengungsi tersebut.

Program jangka panjang adalah upaya mengantisipasi apabila timbul kejadian-kejadian serupa di lain hari.

Referensi:

Reocities. Kasus Sambas Sangat Kompleks.[online]. Tersedia :  http://reocities.com/Area51/Vault/1534/april/23/berita35724.htm
Wawa, Jannes Eudes.2000.Konflik Etnis di Kalimantan Barat.[online]. Tersedia: http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/12/19/0052.html
Suparlan, Parsudi.2009.Konflik Antar Sukubangsa Melayu, Dayak dengan Madura di Kab. Sambas, Kalbar.[online]. Tersedia: http://etnobudaya.net/2009/09/29/konflik-antar-sukubangsa-melayu-dan-dayak-dengan-madura-di-kab-sambas-kalbar/
Abdurrahman, Hasanudiin. 1999.Fw: Analisa Sambas.[online].Tersedia: https://www.mail-archive.com/indonews@indo-news.com/msg01749.html